Minggu, 05 Mei 2013

#3

Ia menjadi redup, muram
Terlihat sedih, sinarnya suram

Sudah dipukul tiga Ia masih saja terjaga?
Ada apa?
Apakah hatinya hilang dicuri luka?
Atau lupa Ia kunci hatinya?

Berbagilah cerita: tentang luka derita

Ia ternyata malu
Bercerita sesuatu
Atau mungkin masih merasa lugu
Dikira-nya yang Ia temui makhluk kecu

Lalu, di dalam malam kemarau
Terdengar suara serak parau
Dari seorang galau
Diam-diam dia berdoa kacau: 
"Kembalilah padamu yang dulu yang asal. Senyum merona. Bersinar terang laksana rembulan. Selamatilah hidupmu"

Kamis, 02 Mei 2013

#2


Waktu. Detak-detik yang terus maju menggiring matahari ke peraduannya. Berganti malam berubah kelam. Lalu menghitam ke langit-langit pikiran.

“Apa yang harus kulakukan?”
Waktu terus melaju. Mengacuhkan pertanyaanku. Sementara aku terus saja memandangi deret angka-angka. Dan layar kecil ajaib di tangan kananku. Lama. Aku terdiam lama. Menjenuhkan. Asu!

Waktu. Waktu terus melaju. Meninggalkan yang lalu, aku! Aku masih berdiam mencari jawab. Mencari-cari titik gelisah.

“Apa yang harus kulakukan?”
Waktu. Waktu terus melaju. Meninggalkan yang lalu, aku! Aku telah dipecundangi. Kumbil sebatang aroma, kuremas, kumamah, lalu kumakan!

“Setidaknya aku tahu cara semangat!”

Sabtu, 20 April 2013, Semesta

Minggu, 21 April 2013

Engkau Yang Maha


Aku kekasih-Mu. Penuh salah juga dusta. Maka lengkapi diriku. Cumbu aku dengan mesra. Kecup keningku dengan hampa cinta dunia.

Aku kekasih-Mu. Penuh ragu dan kebimbangan. Maka pukul diriku. Tampar aku dengan kesabaran terus tak berhenti. Tonjok wajahku dengan waktu yang tak kunjung berjawab.

Aku kekasih-Mu. Dengan segala gulana dan rasa gundah. Tangisi diriku bersama hening. Bersama muram sinar rembulan. Juga janji alam kepada semesta.

Kekasihku. Maafkan. Sungguh aku makhluk tiada ucap syukur. Maka jauhkan surga. Maka dekatkan neraka. Putuskan jembatan kasih-sayang. Hukum aku dengan cambuk tanpa asmara.

Kekasih hatiku. Untuk-Mu aku berserah. Segala doa kupanjatkan. Kudengungkan. Kurasukkan. Kugenggam erat. Kemana dan dimana ku pijak dunia ini. Dunia fana, dunia derita luka.

Kekasihku, kekasihmu juga….

Alhamdulillah ku bersyukur kepada-Mu

Sabtu, 30 Maret 2013

Ke-ka-sih

Rasa tidak akan pernah ajeg. Kalaupun ada itu hal yang mustahil.

Rasa tidak akan pernah berhenti di satu posisi. Rasa akan selalu bergerak mencari titik-titik ketenangan, kenyamanan, keheningan, dan segala sifat-sifat menentramkan lainnya. Dengan proses sedemikian rupa, rasa akan selalu dihinggapi kegelisahan, kegundahan, dan kebimbangan, juga keraguan. Sebelum akhirnya menemukan posisi damai. Proses ini seperti roda berputar, rasa selalu mengalami tingkat kenyamanan sebelum akhirnya kembali ke tingkat paling pahit, dan seterusnya- dan seterusnya, selalu bergerak berputar.

Itulah alasan mengapa Gusti menciptakan dan memberikan seseorang pria atau wanita, yang dengan segala sifat maupun sikap-nya, mereka saling kasih- mengasihi, lalu saling menyematkan status diantara keduanya yang tak tervisualkan kata ataupun gambar, yaitu kekasih.

Kekasih, saling menyayangi, mengasihi satu sama lain, puncak proses pencarian jati diri, menyelami dan menemukan ketentraman rasa yang terus bergerak dan berlarian kesana kemari.

Kekasih, proses mencari kelemahan-kelemahan diri hingga akhirnya lahir sebuah sikap saling mengalah, saling memahami, juga saling bersabar demi memperoleh ketenangan-keheningan rasa.

31 Maret 2013
Di dalam kata-kata