Selasa, 07 Mei 2013

Minggu, 05 Mei 2013

#4

kekasih, engkau tau kenapa diciptakan sepasang tangan?
untuk menyeka luka dari bibir juga matamu

kekasih, engkau tau kenapa diciptakan sepasang mata?
untuk menangkap dan menyergap tatap gelisahmu

kekasih, engkau tau kenapa diciptakan sepasang kuping?
untuk mendengar jerit sepi yang setiap malam datang padamu

kekasih, engkau tau kenapa diciptakan sepasang kaki?
untuk melangkahkan niat menuju rumah rindumu

Kekasih, kepada-Mu aku berserah

#3

Ia menjadi redup, muram
Terlihat sedih, sinarnya suram

Sudah dipukul tiga Ia masih saja terjaga?
Ada apa?
Apakah hatinya hilang dicuri luka?
Atau lupa Ia kunci hatinya?

Berbagilah cerita: tentang luka derita

Ia ternyata malu
Bercerita sesuatu
Atau mungkin masih merasa lugu
Dikira-nya yang Ia temui makhluk kecu

Lalu, di dalam malam kemarau
Terdengar suara serak parau
Dari seorang galau
Diam-diam dia berdoa kacau: 
"Kembalilah padamu yang dulu yang asal. Senyum merona. Bersinar terang laksana rembulan. Selamatilah hidupmu"

Kamis, 02 Mei 2013

#2


Waktu. Detak-detik yang terus maju menggiring matahari ke peraduannya. Berganti malam berubah kelam. Lalu menghitam ke langit-langit pikiran.

“Apa yang harus kulakukan?”
Waktu terus melaju. Mengacuhkan pertanyaanku. Sementara aku terus saja memandangi deret angka-angka. Dan layar kecil ajaib di tangan kananku. Lama. Aku terdiam lama. Menjenuhkan. Asu!

Waktu. Waktu terus melaju. Meninggalkan yang lalu, aku! Aku masih berdiam mencari jawab. Mencari-cari titik gelisah.

“Apa yang harus kulakukan?”
Waktu. Waktu terus melaju. Meninggalkan yang lalu, aku! Aku telah dipecundangi. Kumbil sebatang aroma, kuremas, kumamah, lalu kumakan!

“Setidaknya aku tahu cara semangat!”

Sabtu, 20 April 2013, Semesta