Rabu, 30 April 2014

Barisan-Barisan Tubuh

Aku akan menjadi
barisan-barisan telinga untukmu
Sebab keluh kesahmu
adalah syarat menjadi kita

Aku akan menjadi
barisan-barisan mata untukmu
Sebab ingatan alam
perlu diceritakan dan digenggam
demi kehidupan depan

Aku akan menjadi
barisan-barisan jari manis untukmu
yang tak pernah habis

Sebab jatuh cinta kepadamu
adalah seluruh waktu hidupku

Akhir April 2014

Selasa, 29 April 2014

Bayangan

Biasa kita berjalan dalam gelap
Merenung dengan keadaan apapun
Malam selalu tiba dan kita hadir menikmati
Hingga lupa berakhir waktu
Sekalinya bercakap hanyutlah
Makna tumpah pada meja
Larut dalam minuman
Keluar begitu saja lewat asap
Apalagi yang harus diperbuat
Ketika kita menamai diri seorang pejalan
Lelah dan lelap kita artikan bukan apa-apa
Kita bukanlah manusia biasa
Kita, seorang pejalan yang berharap
merangkul bayangan sendiri

April 2014
Untuk teman-temanku
yang selalu memberi semangat
lewat canda, materi, maupun hinaan

Senin, 17 Maret 2014

Aku dan Apakah Engkau Bersembunyi?

Di dalam matamu aku melihat waktu berjalan mundur dan kau menikmati semua yang hadir disana

Datanglah senja dengan kedalaman yang membuatmu tenggelam kegirangan

Di kejauhan kesabaran melihat seksama rupa kesedihan inginnya hampiri dan memeluk

Engkau berjalan melingkari bayangmu, teguh mengikuti tekun langkahkan kaki

Tapi bayangan tetap menghindar berjalan satu langkah lebih cepat dari dirimu

Aku melihatmu menyerah dan tertawa sembunyi dari masalah
Tertawamu membangunkan sesuatu di atas kepala

Itulah Tuhan, menjelma sebagai rerintik hujan menghiasi sore bersama sinar matahari lembut
Semuanya mengalir tiada terencana
Hujan memberimu kesempatan untuk leluasa menangis

Air matamu bercampur udara lembab
Air matamu
Air mata tuhan
Yang akan selalu memberiku tanya: Kapan kau mengizinkan diriku hanyut bersamamu?

Kota Jogja,
dinihari, 18 Maret 2014

Senin, 10 Maret 2014

Hanyut

Kita terbang mengawan angkasa 
menyapa matahari menikmati hangatnya 
bersaksi atas sore lalu mencuri senja 
dari hujan-hujan yang buat resah menjadi-jadi 
dari waktu-waktu yang rebut peluk kita 
Oh, kita melayang mabuk di udara 
Oh, kita memejam saling doa tabahkan jiwa 
Oh, kita bersama menyatu… 
Berjalan dan tidak sendirian...

Maret, 2014